KOMODITAS SELADA


Halo Sobat Tandurin...

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Sobat Tandurin semua dimanapun berada tetap dalam keadaan sehat selalu ya...

Kalau kemarin kita telah membahas mengenai komoditas sawi, maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai komoditas lain yang bisa Sobat Tandurin tanam dalam menerapkan KRPL. Komoditas selanjutnya yang akan kita bahas yaitu SELADA.

 

Komoditas selada atau yang biasa juga disebut dengan daun sla, dalam bahasa Inggris kita kenal sebagai Lettuce dan dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Lactuca sativa. Tanaman selada memiliki beberapa jenis selada dengan bentuk yang berbeda-beda, seperti pada gambar dibawah ini dapat Sobat Tandurin lihat terdapat tiga jenis selada yang berbeda. Sebelah kiri merupakan jenis selada keriting, yang ditengah merupakan jenis selada romen (romaine) dan yang sebelah kanan merupakan jenis selada air. Pada umumnya, seluruh jenis selada biasanya dapat diolah menjadi tumis selada dengan bumbu-bumbu pelengkap yang berbeda-beda. Selain ditumis, selada keriting juga dapat dikonsumsi secara langsung dalam keadaan segar dan menjadi sayuran pelengkap ketika sedang makan makanan berat. Sedangkan kalau selada romen biasanya digunakan menjadi bahan utama dalam pembuatan salad cesar.

Sumber: Google Images

Ketika Sobat Tandurin ingin menerapkan KRPL dengan komoditas selada, maka Sobat Tandurin harus memiliki benih selada terlebih dahulu. Benih selada yang telah dimiliki dapat disemai pada media semai berupa campuran antara tanah dengan media sekam dengan perbandingan 1:1. Ketika telah disemai, tanaman dapat disiram setiap hari dan dapat dipindahkan apabila telah dua minggu disemai. Ciri-ciri tanaman selada yang dapat dipindahkan pada media tanam yaitu memiliki daun sejati (kurang lebih terdapat empat daun). Cara tanam untuk tanaman selada dapat menggunakan berbagai cara tanam seperti konvensional (sederhana), hidroponik dan juga akuaponik. Ketika tanaman selada dipindahkan, maka pada satu lubang tanam hanya terdapat satu bibit selada, dikarenakan agar tanaman selada tidak berebut nutrisi antar tanaman dan dapat tumbuh dengan optimal. Ketika sudah sebulan setelah tanam, maka tanaman selada sudah dapat dipanen dan juga sudah dapat dikonsumsi.

 

Bagaimana Sobat Tandurin, sudah mengertikan mengenai komoditas selada? Jangan lupa untuk mulai menerapkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) pada tempat tinggal Sobat Tandurin semuanya yaa...

 

Terimakasih buat semua Sobat Tandurin yang telah membaca postingan tandurin kali ini, sampai ketemu pada postingan-postingan tandurin berikutnya...

 

SALAM TANDURIN,

Ciptakan Pangan Hijau, Lestarikan Pangan Negeri

 


Komentar

Posting Komentar