KOMODITAS SAWI


Halo Sobat Tandurin...

Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Sobat Tandurin semua dimanapun berada tetap dalam keadaan sehat selalu ya...

Kalau kemarin kita telah membahas mengenai komoditas pakcoy, maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai komoditas lain yang bisa Sobat Tandurin tanam dalam menerapkan KRPL. Komoditas selanjutnya yang akan kita bahas yaitu SAWI.

 

Tanaman sawi atau dalam bahasa Inggrisnya kita kenal dengan sebutan mustard memiliki nama latin yaitu Brassica. Bagian dari tanaman sawi yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan ataupun sayuran yaitu bagian daun ataupun bagian bunganya. Di Indonesia, apabila mengatakan sayur sawi maka pada umumnya akan mengacu kepada komoditas sawi hijau. Tanaman sawi hijau disebut juga dengan caisim ataupun caisin. Selain tanaman sawi hijau terdapat juga tanaman sawi putih. Tanaman sawi putih disebut juga dengan nama petsai. Pada gambar dibawah ini, Sobat Tandurin dapat melihat bentuk dan perbedaan dari sawi putih dan juga sawi hijau. Pada gambar disebelah kiri Sobat Tandurin merupakan gambar dari sawi putih sedangkan gambar yang disebelah kanan Sobat Tandurin merupakan gambar dari sawi hijau.

Ketika Sobat Tandurin ingin menerapkan KRPL dengan komoditas sawi, maka Sobat Tandurin harus memiliki benih sawinya terlebih dahulu. Setelah itu Sobat Tandurin dapat melakukan persemaian pada benih sawi yang telah dimiliki dengan menanam benih sawi tersebut pada media semai yang telah Sobat Tandurin siapkan. Media semai untuk benih sawi dapat berupa tanah, persemaian dapat dilakukan pada pot-pot bekas ataupun bedengan sesuai dengan kondisi tempat tinggal Sobat Tandurin masing-masing. Sekitar seminggu hingga dua minggu, bibit sawi akan tumbuh dan dapat dipindahkan pada media tanam yang sesungguhnya. Karena pada media semai, bibit sawi tidak memiliki jarak antar tanaman yang baik. Karena apabila tanaman sawi terlalu rapat dan padat maka pada saat panen juga akan menghasilkan sawi yang lebih kecil dibandingkan dengan sawi yang tumbuh dengan jarak yang lebih luas.  Jarak tanam yang baik antar tanaman sawi yaitu sekitar 20 cm hingga 30 cm, dimana pada satu lubang tanam hanya terdapat satu bibit tanaman sawi. Sebaiknya penanaman sawi dilakukan pada saat sore hari. Apabila Sobat Tandurin ingin menggunakan pupuk, maka Sobat Tandurin dapat menerapkan pupuk organik pada tanaman sawi yang telah ditanam. Pupuk organik dapat dibeli pada toko-toko pertanian ataupun dapat dibuat sendiri. Tanaman dengan pupuk organik akan lebih sehat dikonsumsi dibandingkan dengan menggunakan pupuk kimia. Proses pemupukan tanaman sawi dapat dilakukan selama seminggu sekali tergantung dengan kebutuhan tanaman. Tanaman sawi dapat dipanen sekitar 20 hari setelah tanam. 

 

Bagaimana Sobat Tandurin, sudah mengertikan mengenai komoditas sawi? Jangan lupa untuk mulai menerapkan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) pada tempat tinggal Sobat Tandurin semuanya yaa...

 

Terimakasih buat semua Sobat Tandurin yang telah membaca postingan tandurin kali ini, sampai ketemu pada postingan-postingan tandurin berikutnya...

 

SALAM TANDURIN,

Ciptakan Pangan Hijau, Lestarikan Pangan Negeri

 

 

 


Komentar

Posting Komentar