KOMODITAS MANGGA
Halo Sobat Tandurin...
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga
Sobat Tandurin semua dimanapun berada tetap dalam keadaan sehat selalu ya...
Kalau kemarin kita telah membahas
mengenai komoditas cabai, maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas
mengenai komoditas lain yang bisa Sobat Tandurin tanam dalam menerapkan KRPL.
Komoditas selanjutnya yang akan kita bahas yaitu MANGGA.
Siapa yang tidak kenal dengan buah
mangga atau yang dalam bahasa Inggris kita kenal juga dengan istilah mango. Buah mangga pasti sudah tidak
asing lagi buat Sobat Tandurin semuanya. Tapi apakah Sobat Tandurin mengetahui
bahasa Latin dari mangga? Jadi, nama Latin dari buah mangga yaitu Mangifera indica.
Pada gambar disebelah kiri,
terdapat gambar dari pohon mangga yang sudah tua. Pohon mangga memiliki bentuk
yang besar dan dapat mencapai tinggi hingga 30 meter bahkan lebih. Sedangkan,
apabila Sobat Tandurin menanam mangga dipekarangan rumah, biasanya hanya
mencapai 15 meter ataupun kurang dari 15 meter. Selain itu, pohon mangga juga
memiliki batang yang tegak dan juga bercabang kuat. Selanjutnya, gambar yang
ditengah merupakan gambar dari bunga pohon mangga. Bunga pohon mangga biasanya
bertangkai pendek dan berbau harum. Yang terakhir yaitu gambar dari buah pohon mangga.
Buah pohon mangga yang biasa kita konsumsi, berasa manis dan juga berserat.
Mangga masih muda ataupun sudah matang dengan sempurna memiliki peminatnya
masing-masing. Mangga muda pun tetap ada yang ingin membeli. Mangga dapat
dikonsumsi secara langsung dalam keadaan masih segar, akan tetapi buah mangga
juga dapat diolah menjadi beberapa produk lain seperti jus mangga, manisan,
dll.
Sumber: Google Images
Ketika Sobat Tandurin ingin
menerapkan KRPL dengan menanam mangga, maka Sobat Tandurin dapat menanam pada
lahan pekarangan yang Sobat Tandurin miliki atau dapat juga ditanam pada pot
(ember bekas). Menanam mangga bisa melalui bibit ataupun benih, benih mangga
yang dimaksud berasal dari biji buah mangga. Akan tetapi, apabila Sobat
Tandurin ingin menanam mangga menggunakan benih maka akan lebih lama untuk
tumbuhnya dibandingkan dengan langsung menanam bibit mangga. Bibit mangga dapat
berasal dari cangkokan pohon mangga dan juga dapat berasal dari hasil okulasi
tanaman mangga.
Selanjutnya, apabila Sobat Tandurin
ingin menanam pohon mangga pada pot, maka Sobat Tandurin harus menyediakan pot
yang berdiameter kurang lebih 60 meter, agar pohon mangga tidak tumbang ketika
telah bertumbuh semakin besar. Media tanam yang digunakan dapat berupa campuran
tanah, humus, kompos pupuk kandang dan serbuk gergaji dengan perbandingan
1:1:1:1. Hal ini dikarenakan tanaman mangga menyukai media tanam yang gembur,
berbutir-butir dan banyak mengandung unsur hara (rumahtanaman.com)
Bagaimana Sobat Tandurin, sudah
mengertikan mengenai komoditas mangga? Jangan lupa untuk mulai menerapkan KRPL
(Kawasan Rumah Pangan Lestari) pada tempat tinggal Sobat Tandurin semuanya
yaa...
Terimakasih buat semua Sobat
Tandurin yang telah membaca postingan
tandurin kali ini, sampai ketemu pada postingan-postingan tandurin berikutnya...
SALAM
TANDURIN,
Ciptakan
Pangan Hijau, Lestarikan Pangan Negeri
Sumber:
https://rumahtanaman.com/cara-menanam-mangga-di-dalam-pot/
Komentar
Posting Komentar