KOMODITAS CABAI
Halo Sobat Tandurin...
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga
Sobat Tandurin semua dimanapun berada tetap dalam keadaan sehat selalu ya...
Kalau kemarin kita telah membahas
mengenai komoditas selada, maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas
mengenai komoditas lain yang bisa Sobat Tandurin tanam dalam menerapkan KRPL.
Komoditas selanjutnya yang akan kita bahas yaitu CABAI.
Komoditas cabai atau yang biasa
dikenal dalam bahasa Inggris sebagai chilli
memiliki bahasa Latin yaitu Capsicum
frutescens. Buah dari tanaman cabai biasa digunakan oleh masyarakat
Indonesia sebagai bumbu masakan. Tanaman cabai juga mengandung vitamin A dan
vitamin C serta mengandung minya atsiri yang dapat memberikan rasa pedas dan
rasa kehangatan. Untuk jenis-jenis dari cabai juga beragam, seperti pada gambar
dibawah ini dapat Sobat Tandurin lihat beberapa jenis cabai yang biasa terdapat
di pasar. Yang pertama yaitu cabai merah besar yang dapat Sobat Tandurin lihat
pada gambar di bagian paling kiri, cabai merah besar disebut juga dengan cabai
teropong. Terlihat sangat besar dan sangat merah, akan tetapi rasa dari cabai
merah besar ini tidak pedas sama sekali hanya akan memberikan warna merah pada
masakan. Sehingga masakan yang menggunakan cabai merah besar akan menunjukkan
warna yang merah merona akan tetapi tidak pedas sama sekali. Selanjutnya pada
gambar yang ditengah terdapat cabai merah keriting, bentuknya panjang seperti
cabai merah besar akan tetapi lebih ramping. Cabai merah keriting memiliki rasa
yang pedas dan dapat memberikan warna merah pada masakan. Akan tetapi, warna
merah yang dihasilkan oleh cabai merah keriting tidak semenarik yang dihasilkan
oleh cabai merah besar. Pada gambar paling kanan terdapat gambar cabai rawit. Cabai
rawit merupakan jenis cabai yang paling pedas dibandingkan jenis cabai lainnya.
Sumber: Google Images
Ketika Sobat Tandurin ingin
menerapkan KRPL dengan komoditas cabai, maka Sobat Tandurin harus memiliki
benih cabai terlebih dahulu. Benih cabai dapat dibeli pada toko pertanian ataupun
dari cabai yang Sobat Tandurin miliki dengan mengambil biji pada bagian dalam
cabai tersebut.
Menurut merdeka.com, berikut
merupakan cara menyemai bibit cabai agar cepat tumbuh:
1.
Siapkan Polybag atau
tempat penyemaian.
2.
Masukkan tanah dan pupuk
kandang dengan perbandingan 3:1.
3.
Letakkan pada tempat
yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.
4.
Rendam benih dalam air
hangat selama 3 jam.
5.
Kemudian letakkan benih
ke dalam polybag. Tutup benih dengan tanah dengan kedalaman kira-kira 1 cm.
6.
Tunggu hingga benih
berkecambah.
7.
Jika benih telah
berkecambah, baru tanaman boleh terkena sinar matahari.
Setelah berumur kurang lebih 4 minggu, pindahkan
bibit cabe pada lahan yang telah disiapkan. Masa panen cabe dapat terjadi
sekitar 2,5-3 bulan setelah pertama kali penanaman. Periode panen ini dapat
terjadi selama 6 bulan dan berlangsung 15-18 kali.
Bagaimana Sobat Tandurin, sudah
mengertikan mengenai komoditas cabai? Jangan lupa untuk mulai menerapkan KRPL
(Kawasan Rumah Pangan Lestari) pada tempat tinggal Sobat Tandurin semuanya
yaa...
Terimakasih buat semua Sobat
Tandurin yang telah membaca postingan
tandurin kali ini, sampai ketemu pada postingan-postingan tandurin berikutnya...
SALAM
TANDURIN,
Ciptakan
Pangan Hijau, Lestarikan Pangan Negeri
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar